BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label mountenering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mountenering. Tampilkan semua postingan

persiapan pendakian

       Kegiatan pendakian yang paling populer saat ini adalah pendakian satu malam yang biasanya dilakukan pada hari sabtu dan minggu. Para pendaki biasanya memulai kegiatan pada sore hari sampai malam hari, kemudian beristirahat, pagi harinya mereka langsung turun gunung. Dalam waktu kegiatan yang sesingkat itu dan dengan kondisi lingkungan gunung yang berupa tanah dan batu, berat beban dari tubuh dan bekal yang dibawa, cuaca yang tidak menentu, angin yang kencang dan suhu serta tekanan udara yang rendah menuntut para pendaki untuk mempersiapkan kondisi tubuhnya agar tahan dari faktor-faktor tersebut di atas, sehingga mereka dapat melakukan kegiatan tanpa suatu halangan yang berarti.
       Persiapan itu antara lain adalah dengan memperkuat fisik mereka melalui latihan aerobik dan pembebanan, membekali diri dengan pengetahuan teknis mengenai gunung yang akan didaki, persiapan perbekalan yang akan dibawa secara efektif dalam arti bekal yang dibawa harus tepat guna dan tidak merepotkan serta perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan.
       Saat pelaksanaan kegiatan, semua persiapan tersebut di atas sebisa mungkin bisa terpenuhi baru bisa melaksanakan kegiatan selanjutnya. Seorang pemimpin pendakian (leader) perlu ditunjuk untuk mengkoordinasi jalanya semua kegiatan pendakian. Satu hal yang sering dilupakan oleh para pendaki yaitu pemanasan (warming up) sebelum melakukan perjalanan pendakian. Jalan yang terjal dan menanjak, beban berat yang dibawa, suhu yang dingin dan udara yang tipis merupakan konsekuensi yang harus dihadapi oleh para pendaki.

Mendaki Gunung

     Kegiatan mendaki gunung (mountaineering) dalam arti luas adalah suatu perjalanan, mulai dari mendaki bukit landai (hill walking) sampai dengan ekspedisi pendakian ke puncak-puncak yang tinggi dan sulit dengan memakan waktu yang lama, bahkan sampai beberapa bulan. Mendaki gunung merupakan aktifitas yang keras, penuh petualangan dan membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan serta daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan merupakan daya tarik dari kegiatan ini. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri dan untuk bisa menyatu dengan alam. Keberhasilan suatu pendakian yang sulit, berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.
       Dalam kegiatan Pendakian sebuah Gunung, diperlukan beberapa persiapan. Persiapan itu dapat berupa persiapan fisik, mental, materi pengetahuan tentang medan dan pendakian, bekal dan lain-lain. Diantara persiapan itu adalah persiapan fisik dan salah satu persiapan fisik yang sangat perlu untuk dilaksanakan sesaat sebelum melakukan kegiatan (perjalanan) di alam terbuka yaitu Pemanasan (warming up). Mengapa? Karena biasanya kegiatan di alam terbuka memakan waktu aktif yang cukup lama dan melelahkan yang menuntut efektifitas kerja otot dan daya tahan tubuh. Selain itu kegiatan di alam terbuka juga mempunyai potensi yang sangat tinggi terhadap terjadinya cedera.
       Mendaki gunung merupakan kegiatan yang sehat dan menyehatkan para pelakunya. kegiatan ini penuh tantangan, tidak mudah, penuh resiko dan banyak mengandung unsur petualangan. Mungkin karena itulah justru menyebabkan daya tarik yang kuat bagi kaum muda untuk mencoba menghadapi tantangan dan terjun dalam petualangan baru. Mereka yang sadar akan bahaya yang harus dihadapi, segera mempersiapkan diri dengan mendalami keterampilan teknis di gunung serta melatih fisik dan mentalnya agar tahan uji terhadap cuaca, suhu dan kelelahan.
 
Copyright © 2014 Pendidika Jasmani, Olahraga, Rekreasi. Designed by OddThemes