BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label aktivitas olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aktivitas olahraga. Tampilkan semua postingan

Tingkat Cedera Olahraga

          Di dalam menangani cedera olahraga (sport injury) agar terjadi pemulihan seorang atlet untuk kembali melaksanakan kegiatan seperti sedia kala tanpa mengalami penurunan fungsi yang berarti. Kita ketahui bahwa penyembuhan cedera memerlukan waktu penyembuhan yang secara alamiah tidak akan sama untuk semua atau bermacam alat (organ) atau jaringan ditubuh kita. Selain itu penyembuhan juga tergantung dari tingkat kerusakan yang diderita oleh jaringan, cepat lambat serta ketepatan penanggulangan secara dini. Dengan demikian peran seseorang yang berkecimpung dalam kedokteran olahraga perlu bekal pengetahuan mengenai penyembuhan luka serta cara memberikan terapi agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah, sehingga penyembuhan serta pemulihan fungsi, alat dan sistem anggota yang cedera dapat dicapai dalam waktu yang singkat.untuk mencapai prestasi kembali maka latihan untuk pemulihan dan peningkatan prestasi sangat diperlukan untuk mempertahankan kondisi jaringan yang cedera agar tidak terjadi penyusutan otot (atropi).
       Agar selalu tepat dalam menangani kasus cedera maka sangat diperlukan adanya pengetahuan atau tingkatan-tingkatan cedera sehingga akan tepat dalam penanganan dan penyembuhan pada seseorang yang mengalami cedera olahraga. Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu:
1      Cedera tingkat 1 (cedera ringan). Pada tingkat cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, namun dapat mengganggu penampilan atlet, misalnya lecet, memar, sprain yang ringan.
2      Cedera tingkat 2 (cedera sedang). Pada tingkat cedera ini kerusakan jaringan lebih nyata, berpengaruh pada performa atlet. Keluhanya dapat berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inflamasi) misalnya lebam otot, strain otot dan tendon-tendon, robeknya ligamen (sprain tingkat II).
3      Cedera tingkat 3 (cedera berat). Pada tingkat cedera ini atlet perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah, terdapat pada robekan lengkap atau hampir lengkap pada ligamen (sprain tingkat III dan IV atau sprain fraktur) dan fraktur tulang.

Cedera olahraga

Cedera olahraga dapat digolongkan atas dua kelompok besar:

1 Kelompok kerusakan traumatik (traumatic disruption) seperti: lecet, lepuh, memar, lebam otot, luka, strain otot, sprain sendi, dislokasi sendi, patah tulang, trauma kepala-leher-tulang belakang, truma tulang pinggul, trauma pada dada, trauma pada perut, cedera anggota gerak atas dan bawah.
2 Kelompok sindroma penggunaan berlebihan (overuse syndrome), yang lebih spesifik berhubungan dengan jenis olahraganya seperti : tennis elbow, golfer’s elbow, swimmer’s shoulder, jumper’s knee, stress fracture pada tungkai dan kaki.
 
Copyright © 2014 Pendidika Jasmani, Olahraga, Rekreasi. Designed by OddThemes