BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

pencak silat


Pencak silat adalah olahraga beladiri asli dari negara Indonesia. Pencak adalah gerakan lengkah keindahan dengan menghindar, yang disertakan gerakan berunsur komedi. Pencak dapat diperlombakan sebagai sarana hiburan, sedangkan silat adalah unsur teknik beladiri menangkis, menyerang dan mengunci yang tidak dapat diperagakan didepan umum (Abdus Syukur maryono: 1998). 

Pencak silat sebagai pendidikan jasmani sebenarnya ialah kegiatan jasmani yang didalamnya terandung aspek olahraga, dan merupakan wahana pendidikan jasmani yang memiliki tujuan tertentu. Tujuan tersebut tersirat dari pencak silat sebagai sarana penjas antara lain : (1) tujuan untuk mencapai kesehatan, (2) tujuan rekreasi dan (3) tujuan prestasi.

2.1.3.1 Pencak Silat di Masyarakat Indonesia

Pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia.dengan aneka ragam situasi geografis dan etmologis serta zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia. Pencak silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini pencak silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama.

Pencak silat merupakan unsur–unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun. Pencak silat sudah lama sekali diperkenalkan sebagai Indonesia. Hal ini dibuktikan pada saat penjajahan koloni Belanda, pencak silat sudah hadir. Pencak silat dikala itu digunakan untuk melawan penjajah. Bahkan kita sering mendengar legenda bahwa pencak silat sudah dilakukan oleh pendekar dari betawi yang bernama si Pitung. Dikala itu, perlawanan dilakukan secara Individu dengan pencak silat. 

Saat ini pencak silat sudah dilaksakan di berbagai kalangan dan telah banyak menoroh prestasi bahkan sampai dikanca Internasional. Pencak silat sudah diprtandingkan di SEA GAMES dan mulai lebih memasyarakat. Sebagai salah satu warisan budaya, hendaknya kita melestarikan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya padepokan pencak silat di tanah air. Meskipun berbeda-beda padepokan tapi pada dasarnya memiliki arti dan tujuan yang sama. 

2.1.3.2 Pencak Silat Sebagai Media Pendidikan

Banyak manfaat yang diperoleh dalam pembelajaran pencak silat, seperti pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotor. Kemampuan kognitif berkembang sejalan dengan diberikannya latihan-latihan konsep pencak silat, proses berfikir cepat dalam menghadapi permasalahan yag segera dipecahkan, dan pengambilan keputusan secara tepat dan akurat. Kemampuan afektif berkemabang sejalan dengan diberikan latihan-latihan yang mengarah pada sikap sprotivitas, saling menghargai/menghormati, sesama teman latih tanding, displin, rendah hati, sesuai dengan falsafah pencak silat. Sedangkan kemampuan psikomotor berkembang sejalan denga diberikannya latihan-latihan yang mengarah dengan aktivitas jasmani, seperti pembelajaran pencak silat yang dinamis, menantang, menyenangkan.

Pendidikan pencak silat dapat memberi sumbangan dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dalam rangka pembangunan seluruh masyarakat Indonesia, serta merupakan “character and nation building”. Nilai-nilai luhur pencak silat terkandung dalam jati diri yang meliputi 3 hal pokok sebagai satu kesatuan, yaitu : (1) Budaya Indonesia sebagai asal dan coraknya, (2) Falsafah budi pekerti luhur sebagai jiwa dan sumber motivasi penggunanya, (3) pembinaan mental spiritual / budi pekerti, bela diri, seni, dan olahraga sebagai aspek integral dan subsatansinya.

2.1.3.3 Pencak Silat di Sekolah

Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum yang berlaku secara nasional. Satuan pendidikan dasar dapat menambah materi atau mata pelajaran yang sesuai dengan keadaan lingkungan dan ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan. 

Salah satu yang dipelajari dan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan adalah pencak silat. Selain untuk memasyarakatkan kembali olahraga yang sudah mulai tersisih ini, dalam pencak silat mengandung nilai-nilai untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional khususnya pendidikan jasmani.

2.1.4 Karakteristik olahraga pencak silat 

Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.

2.1.4.1 Aspek-aspek dalam pencak silat

Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:
1. Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Sentuhan pencak silat yang dilaksanakan dalam dunia pendidikan yang dimulai dari tingkat dasar akan sangat membantu pembentukan kader bangsa yang berjiwa patriotik, berkepribadian luhur, disiplin, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan tugas ini ada di puncak para guru pendidikan jasmani. Seorang pesilat harus mampu menjaga, melestarikan dan mengembagkan nilai-nilai dasar seperti ketekunan, kesabaran, kejujuran, kepahlawanan, kepatuhan dan memberi landasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan kepada warga masyarakat.

Bela diri pencak silat bertujuan untuk mengembangkan aspek akhlak rohani (pendidikan mental spiritual) dengan :
1) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur,
2) Tenggag rasa, percaya diri sendiri dan berdisiplin,
3) Cinta bangsa da tanah air
4) Persaudaraan, pengendalian diri dan tanggungjawab sosial,
5) Solidaritas sosial, mengejar kemajuan serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan.

silat
Pencak Silat
2. Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional. Bela diri pencak silat bertujuan untuk mengembangkan aspek seni yaitu terampil dalam gerak yang serasi dan menarik dilandasi rasa cinta kepada budaya bangsa. 

Hal ini berarti kesadaran untuk :
1) Mengembangkan pencak silat sebagai budaya bangsa Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai luhur guna memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal rasa harga diri, dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa kesatuan.
2) Mengembangkan nilai Pencak silat yang diarahkan pada penerapan nilai-nilai kepribadian berdasarkan Pancasila,
3) Menanggulagi pengaruh kebudayaan asing yang negatif.
4) Mampu menyaring dan menyerap nilai-nilai budaya dari luar yang positif dan memang diperlukan bagi pembaharuan dalam proses pembangunan,

3. Aspek Bela Diri: pencak silat bela diri bertujuan untuk mengembangkan aspek bela diri, yaitu terampil dalam gerak efektif untuk menjamin kesempatan atau kesiagaan fisik dan mental yang dilandasi sikap kesatria, tanggap, dan mengendalikan diri. Hal ini berarti adanya kewajiban untuk :
1) Berani menegakkan kejujuran, kebenran, dan keadilan,
2) Tahan uji dan tabah dalam menghadapi cobaan dan godaan,
3) Tangguh, ulet dan dapat mengembangkan suatu usaha,

4) Tanngap, peka, cermat, dan tepat dalam menelaan permasalahan yang dihadapi maupun dalam mengatasinya.

5) Selalu melaksanakan “ilmu padi” dan menjauhkan diri dari sikap dan perilaku sombong atau takabur,

6) Menggunakan gerak efektifnya dalam perkelahian hanya karena keadaan terpaksa untuk keselamatan diri dan harga diri menurutnukuran objektif serta keselamatan bangsa dan negara

4. Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu. 

Pencak silat olahraga bertujuan untuk mengembangkan aspek olahraga yaitu terampil dalam gerak efektif untuk menjamin kesehatan kesehatan dan rohaniyang dilandasi hasrat hidup sehat. 

Sejarah Olahraga Hockey Masa Modern

Sejarah rupanya menghendaki Inggris  mendapat kehormatan sebagai tempat lahirnya hoki modern. Pada tahun 1800 sebuah kalender mencatat adanya permainan ini dan namanya pun sudah hockey. Mungkin berasal dari kata hook (bagian bengkok stick). Tapi orang Perancis bersikeras bahwa hoki modern lahir di Perancis dan nama hoki berasal dari hoquet (tongkat gembala). Pada tahun 1883 hoki diperkenalkan di klub elit Wimbledon. Perlu diketahui bahwa Inggris bersama Wales dan Skotlandia merupakan, Negara anggota, dari Great Britain. Sampai tahun 1992 United Kingdom mencangkup Great Britain dan Irlandia dan sejak 1922 United Kingdom mencangkup Great Britain dan Irlandia utara.
Tahun 1850 lahir Klub hoki pertama dengan nama Black Heat Hockey Club. Hoki kemudian menyebar ke Wales, Skotlandia, dan Irlandia. Sekitar tahun 1885 putri di Inggris mulai memainkannya (mahasiswi Cambridge dan Oxford). Karena peraturan yang ada (untuk putra) belum seragam dan masih kasar, kaum putri membuat peraturan permainan sendiri yang lebih halus. Tahun 1886 terbentuk induk organisasi hoki pertama, yaitu di Inggris, England Hockey Association. Pada tahun 1893 terbentuk Irish Hockey Association, tahun 1897 dibentuk juga di Wales, kemudian di Skolandia.
Setiap induk organisasi memiliki peraturan permainan sendiri, belum seragam dan khusus untuk putra. Oleh sebab itu kaum putri membentuk induk organisasi sendiri khusus untuk putri. Induk organisasi-organisasi putri bersama-sama membentuk badan khusus pembuat peraturan permainan untuk putri yaitu Women Hockey Board (WHB). WHB berhasil membuat peraturan permainan yang beragam untuk putri dan berlaku untuk seluruh Great Britain. Tak mengherankan bila di Inggris hoki putri  segera jadi populer, lebih populer dari hoki putra dan keadaannya masih demikian sampai sekarang.
Pada tahun 1895, walaupun peraturan permainan belum seragam, putra berhasil mengadakan pertandingan ‘antarnegara’ yang pertama Inggris lawan Irlandia dengan hasil skor 5-0 untuk England. Bertolak dari pengalaman tersebut, semua induk organisasi hoki putra Inggris, Wales dan Irlandia dipenghujung abad ke sembilan belas membentuk badan khusus pembuat peraturan permainan untuk putra yang bersifat monopoli karena mereka menyebut badan tersebut sebagai Internasional Hockey Board (IHB). Pada tahun 1902 Skolandia bergabung dalam IHB, jadi kini IHB lengkap mencakup United Kingdom.
Sementara itu sejak sekitar tahun 1890 hoki menyebar ke daratan Eropa. Tiap Negara menyusun peraturan permainan nasionalnya sendiri, walaupuin intinya diambnil dari peraturan permainan IHB tersebut. Di United Kingdom sejak semula sudah ada dua induk organisasi hoki, satu khusus putra dan yang satu khusus putri, yang berbeda satu dengan yang lain, oleh karena itu di daratan Eropa di tiap negara sejak semula hanya ada satu induk organisasi yang mencakup putra dan putri maupun campuran, dengan AD/ART yang sama dan lapangan permainan yang sama, serta pada awalnya memiliki peraturan permainan yang sama juga.
Hoki dan Kesulitannya Untuk Masuk Olimpiade
Di Inggris hoki lebih populer di kalangan putri, di Eropa daratan semula lebih poluler di kalangan putra. Peraturan permainan belum seragam, di Inggris berbeda dengan di Eropa dan di Eropa berbeda dengan antarnegara satu dengan yang lainnya.. Belum ada induk organisasi internasional antarnegara. Masalah itu jelas menyulitkan untuk dapat diterimanya hoki masuk olimpiade.
Tapi untung olimpiade 1908 kebetulan diadakan di London, Inggris berhasil memaksakan masuknya hoki putra dalam acara olimpiade, dengan IHB menjadi panitia penyelenggara. Pesertanya hanya empat, yaitu England, Irlandia, Scotlandia dan Wales. Hasil kejuaraannya sesuai dengan urutan tersebut. Tentu saja bahwa peserta olimpiade bukan negara, tetapi negara anggota United Kingdom, yang kebetulan menjadi anggota IHB dan IHB kebetulan jadi panitia penyelenggara.
Tentu saja ini suatu kejanggalan dan karena masalah ini tidak segera dibereskan, dalam Olimpiade Stockholm 1912 di Swedia hoki tidak masuk acara. Baru dalam Olimpiade 1920, yang pertama setelah perang dunia pertama, di Antwerpen, Belgia, dengan susah payah hoki dapat diterima jadi acara
Induk Organisasi tuan rumah dengan bantuan IHB menjadi panitia penyelengara dengan suatu kompromi, yaitu suatu peserta diperkenankan bukan Negara, yaitu Inggris sebagai juara bertahan. Pesertanya empat, Inggris, Denmark, Belgia, Perancis, dengan urutan seperti itu. Dalam final Inggris mengalahkan Denmark dan dengan demikian berhasil menjadi juara Olimpiade dua kali.
Sementara itu Negara Eropa menilai IHB lebih milik United Kingdom (Inggris, Wales, Scotlandia dan Irlandia Utara), artinya anggotanya bukan Negara. Oleh sebab itu tidak aneh bila pada tahun 1923. Di Eropa daratan didirikan Internasional Hockey Federation (IHF) sebagai induk organisasi internasional. Yang bisa menjadi anggota adalah induk organisasi nasional. IHF mencakup baik putra maupun putri, dengan satu AD/ART dan satu lapangan permainan serta semula peraturan permainan yang sama pula kecuali perbedaan kecil di sana sini. Hal ini memungkinkan dimainkannya hoki di kalangan muda mudi Eropa daratan.
Di antara tahun 1923 – 1927 terjadi perang dingin antara IHF dengan IHB memperebutkan wewenang dalam pengaturan (officiating) pertandingan internasional yang menyangkut antara lain peraturan permainan, peraturan pertandingan, perwasitan dan sebagainya. Akibatnya dalam olimpiade Paris 1924, IOC ( Komite Olimpiade Internasional), menolak permintaan IHF maupun IHB, dan hoki tidak masuk acara olimpiade. Dalam tahun 1927 kericuhan bertambah karena hoki putrid Inggris bukan hanya tidak mau bergabung dalam suatu induk organisasi dengan putra senegaranya, bahkan ia mendirikan Internasional Federation of Women’s Hockey Association (IFWHA), suatu induk organisasi internasional khusus untuk putri. Anggotanya, seperti dapat diduga, semula adalah Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara, jadi bukan Negara. Padahal saat itu sudah ada IHF yang bersifat antarnegara dan mencakup putra, putri, campuran!. Inilah antara lain sebabnya menjelang olimpiade Amsterdam 1928, IOC memutuskan mempercayakan penyelenggaraan turnoi hoki olimpide untuk selanjutnya kepada IHF, tapi hanya untuk hoki putra, sedang untuk hoki putri tidak, karena keadaannya masih semerawut.
Akibatnya Inggris dengan IHB-nya ngambek dan sebagai juara bertahan bersama dengan anggota IHB lainnya memboikot turnoi hoki olimpiade 1928, dan Great Britain (Inggris sebagai salah satu Negara anggota IOC) tidak ikut serta. Marahnya Inggris menyebabkannya tidak ikut sampai olimpiade 1936 di Berlin, yang terakhir sebelum perang dunia kedua. Tapi taktik Inggris dan IHB ternyata mubazir. Para penggemar hoki dunia sama sekali tidak menangisi kepergian sang juara lama, tapi malah mengelu-elukan sang juara baru India.
Ya, di olimpiade 1928 inilah India muncul untuk pertama kali dan langsung menjadi juara dengan memenangkan semua pertandaingan tanpa kemasukan satu gol pun. Bukan hanya itu, juara olimpiade seakan jadi abadi untuk India sampai direbut saudaranya Pakistan di olimpiade Roma 1960. Dalam olimpide 1928 itu, Belanda sebagai tuan rumah berhail merebut tempat kedua dan Jerman tempat ketiga dari sejumlah 9 negara peserta.
Sejak hoki putra dimainkan dalam olimpiade 1928 itu, hoki berkembang lebih pesat keberbagai Negara dan benua terutama hoki putra. Amerika Serikat (USA) merupakan Negara dari benua yang pertama jadi anggota, yaitu menjelang olimpiade Los Angles 1932, lalu menyusul Jepang, pada tahun 1940 anggota IHF baru empat belas, tapi tahun 2000 telah mencapai lebih dari seratus Negara.
Hoki putra, selain dalam turnoi olimpiade, muncul pula dalam Asian Games sejak 1958 (Pakistan juara) dalam PAN American Games sejak 1967 (Argentina Juara). Dalam piala Eropa sejak 1970 (Jerman Barat juara). Selain itu di daerah Australasia (Oceania, Australia, Selandia Baru) ada piala Manning dan di Afrika ada PAN African Cup. Sejak 1971 diadakan pula piala dunia (Pakistan juara).
Mengikuti piala dunia putra, suatu piala dunia putri di uji coba pada tahun 1972 (Belanda juara) dan diresmikan sejak 1974 (Belanda lagi juaranya) dan dimainkan dua tahun sekali. Semua turnoi tesebut di atas diadakan di bawah naungan IHF.  Selain itu untuk putrid ada pula kejuaraan dunia putri yang diselenggarakan di bawah naugan IFFWHA yang diuji coba pada tahun 1971 (Belanda juara), tapi baru diresmikan tahun 1975 (Inggris  juara) dn dimainkan setiap empat tahun sekali.
Sementara itu, olimpiade pertama setelah perang dunia kedua diputuskan diadakan lagi di London. IOC hal ini tegas, turnoi hoki diadakan di bawah naungan IHF dan antarnegara dan Inggris (Great Britain) belum jadi anggota IHF.
Terjadilah kompromi pertama antara IHF dan IHB. IHB mengakui IHF sebagai induk organisasi internasional; Great Britain menjadi anggota IHF;  tapi khusus untuk komisi pembuat atau peubah peraturan permainan IHF menjadi anggota IHB bersama Inggris, Wales, Skolandia, Irlandia Utara! Suatu kompromi yang janggal dan karenanya perang dingin antara IHF dan IHB berjalan terus. Perang dingin jadi lebih panas ketika IFWHA sejak 1958, melalui komisi pembuat peraturan permainan putrinya (International Women Hockey Board-IWHB) memaksa IHB (yang jelas miring ke Inggris itu) agar peraturan permainan hoki putri IWHB yaitu code of rules dinyatakan berlaku pula untuk kegiatan hoki bagi putri anggota IHF. Tentu saja ini dimungkinkan karena pembuat/peubah peraturan permainan IHF adalah IHB. Semula memang hanya sebagian dari code of rules yang diterima IHF, tapi akhirnya setelah diperbaiki lagi oleh IWHB, pada tahun 1959 IHF menerimanya.
Adanya dua induk organisasi yang bersifat internasional yang mengatrur hoki putri ini (IHF dan IFWHA) menyebabkan hoki putri belum dapat diterima masuk acara olimpiade. Oleh sebab itu sejumlah Negara Eropa berusaha melakukan pendekatan dengan IHF dan IFWHA. Pada tahun 1958 berhasil dibentuk suatu komisi penjajakan bersama. Tapi programnya berlarut-larut dan enam belas kemudian, 1974 baru sampai pada tahap dibentuknya suatu Komisi Tingkat Tinggi (Supreme Council) untuk mendamaikan bebrapa masalah yang terjadi. Jelas peleburan IHF dan IFWHA menjadi satu maasih belum terlaksana. Demikianlah jadinya ada dua kejuaraan dunia putri, satu milik IHF dan yang satunya milik IFWHA.
Sementara itu hoki olimpiade masih tetap hanya untuk putra. Bila pada masa permulaan dikuasa oleh Inggris, sejak tahun 1928 hoki memasuki era juara abadi India. Sejak tahun 1960 Pakistan dan India bergantian menjadi juara hingga tahun 1972 di Munich, hoki putra memasuki era baru, yaitu dari juara abadi ke era bergantian. Tahun 1972 Jerman Barat juara; tahun 1976 di Montreal muncul Selandia Baru, dan tahun 1980 di Moskow India kembali menjadi juara. Di Montreal pada tahun 1976 pertama kali turnoi hoki olimpiade dimainkan di atas lapangan rumput buatan Austroturf. Sementara itu di Bercelona pada tahun 1971 dimulai seri piala dunia putra dan Pakistan muncul sebagai juara. Kemudian pada tahun 1979 di Versailles dekat Paris diadakan piala Dunia Yunior putra untuk pertama kali dengan dua belas Negara yang memasuki putaran final setelah melalui kejuaraan benua. Hasil pertandingannya : Pakistan, Jerman Barat, Belanda, dan Malaysia,  eserta asia lainnya : India dan Singapura.
Sementara itu usaha perdamaian mulai menampakkan hasilnya. Pada tahun 1972, IHB yang telah berubah menjadi IHRB (International Hockey Rules Board) diserap ke dalam IHF sebagai komisi peraturan permainan dari IHF (disebut The board). Dalam upaya memsukkan hoki putri pada olimpiade Moskow 1980, menjelang 1980 IHRB yang telah menjadi The Board IHF tersebut dilengkapi dengan IWHB (yang sementara itu telah menjadi IWHRB) yang bersedia melebur ke dalam IHF. Jadi kini The Board IHF itu merupakan gabungan IHRB dan IWHRB yang bertugas menentukan peraturan permainan hoki baik untukl putra maupun putri. Perkembangan terakhir menujukan bahwa peraaturan permainan putra dan putri akhirnya sama, termasuk lapangan permainannya, kecuali waktu permainan. Jadi sejarah seakan kembali ke masa permulaan IHF. Dengan demikian terbukalah jalan ke olimpiade dan kemungkinan turnoi campuran international. Hoki putri memang berhasil mendampingi hoki putra di olimpiade Moskow, tapi olimpiade ini sempat diboikot banyak negara barat akibat keterlibatan Rusia di Afganistan.
Dengan demikian kini tinggal IFWHA yang belum bersedia melebur ke dalam IHF, walaupun nampaknya ini hanya soal waktu saja. Kejuaraan Dunia Putri 1983 di Negara tetangga terdekat kita Malaysia (Kualalumpur) Belanda jadi juaranya, mungkin kejuaraan itu suatu kejuaraan dunia versi IFWHA. Konggres yang diadakan saat kejuaraan tersebut berlangsung akhirnya memutuskan (April 1983) IFWHA melebur ke dalam IHF.

Hoki Lapangan

Hoki adalah olahraga permainan yang dilakukan oleh pria dan wanitadengan menggunakan alat pemukul (stick) dan bola. Bentuk permainannya hampir sama dengan sepak bola, yaitu membuat gol pada gawang lawan. Hoki adalah olah raga tertua yang menggunakan bola dan stik. Menurut catatan, permainan ini sudah dimainkan di Persia sejak 2000 tahun sebelum masehi. Nama hoki kemungkinan berasal dari bahasa perancis "hocquet" atau shepherd's crook, dan merujuk pada stik bengkok yang digunakan untuk memukul bola kecil. Pertandingan ini menjadi lebih terorganisir di akhir abad ke 19 dan menjadi salah satu cabang olimpiade sejak tahun 1908. 

Hingga tahun 1970an, permainan ini di level internasional dimainkan di rumput asli, tetapi telah menjadi semakin menarik dan terampil, india mendominasi olah raga ini selama lebih dari 3 dekade, memenangkan seluruh 6 mendali emas dan 30 pertandingan secara berturut-turut dari tahun 1928 hingga 1956. Balbir Sing, pemain awal yang kemudian diikuti oleh 4 pemain berikutnya yang bernama sama yang juga bermain untuk team pemenang asal India, dengan mencetak lima goal dengan nilai perolehan 6-1 memenangkan mendali emas terhadap belanda di Helsinki pada tahun 1952. 

a. Kompetisi 

Perlombaan Pria: Tim berada di 2 pool yang terdiri dari 6 ronde penyisihan. Setiap tim bermain dengan tim lainnya di pool tersebut. Tim yang menduduki peringkat 2 teratas dari setiap pool melanjutkan ke semi final. Sisa tim yang bermain di pertandingan klasifikasi untuk menduduki peringkat 5 hingga 12. Pemenang semi final bermain untuk memperebutkan mendali emas dan perak. Tim yang kalah dalam semi final bermain untuk memperebutkan mendali perunggu. 

Perlombaan Wanita: Tim berada di 2 pool yang terdiri dari 5 ronde penyisihan. Setiap tim bermain dengan tim lainnya di pool tersebut. Tim yang menduduki peringkat 2 teratas dari setiap pool melanjutkan ke semi final. Sisa tim yang bermain di pertandingan klasifikasi untuk menduduki peringkat 5 hingga 10. Pemenang semi final bermain untuk memperebutkan mendali emas dan perak. Tim yang kalah dalam semi final bermain untuk memperebutkan mendali perunggu. 

b. Kelas yang dipertandingkan 
Hoki Putra 
Hoki Putri 

c. Jenis permainan hoki sendiri dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :
1. Hoki lapangan (field hockey)
2. Hoki ruangan (indoor hockey)
3. Hoki es (ice hockey) 


Sarana dan Prasana Olahraga Hoki 

a. Lapangan 

Lapangan permainan berbentuk empat persegi panjang, dengan panjang 91,40 meter dibatasi oleh garis-samping (side-line) dan dengan lebar 55,00 meter dibatasi oleh garis-belakang (back-line). Permukaan lapangan permainan harus berlanjut (untuk membuat daerah “lari” (“run off”) dengan minimum 2 meter dari garis-belakang [back- line] dan 1 meter dari garis-samping [side-line] dengan tambahan tanpa halangan 1 meter dari setiap hitungan diatas (jadi total 3 meter di belakang lapangan dan 2 meter di setiap sisi lapangan). Ini adalah persyaratan minimum dengan masing-masing rekomendasi daerah adalah 4 tambah 1 meter dan 3 tambah 1 meter (jadi total 5 meter di belakang lapangan dan 4 meter di setiap sisi lapangan). 

Seluruh garis dan tanda lainnya : 

a. garis-samping (side-line) : garis batas sepanjang 91,40 meter 
b. garis-belakang [back-line] : garis batas sepanjang 55,00 meter 
c. garis-gawang [goal-line] : bagian dari garis-belakang [back-line] diantara tianggawang [goal-post] 
d. garis-tengah [centre-line] : melintang di tengah-tengah lapangan; 
e. seluruh garis 22,90 meter melintang di lapangan sepanjang 22,90 meter dari setiap garis-belakang [back-line] sebagaimana di ukur di antara sisi terjauh dari setiap garis 
f. seluruh garis sepanjang 300 mm yang ditandai di luar lapangan pada setiap garis samping [side-line] dengan sisi yang lebih jauh dari garis tersebut berjarak 14,63 meter dari dan paralel terhadap sisi bagian luar dari garis-belakang [back-line] 
g. seluruh garis sepanjang 300 mm yang ditandai di luar lapangan pada setiap garis samping [side-line] dengan sisi yang lebih jauh dari garis tersebut berjarak 5 meter dari dan paralel terhadap sisi bagian luar dari garis-belakang [back-line] 
h. seluruh garis sepanjang 300 mm yang ditandai di luar lapangan pada setiap garis belakang [back-line] pada kedua sisi gawang pada jarak 5 meter dan 10 meter dari sisi bagian luar dari tiang gawang [goal-post] terdekat, sebagaimana diukur diantara sisi terjauh dari setiap garis 
i. seluruh garis sepanjang 150 mm yang ditandai di luar lapangan pada setiap garis- belakang [back-line] pada jarak 1,83 meter dari tengah garis-belakang [back-line], diukur diantara sisi terdekat dari seluruh garis tersebut 

j. seluruh titik penalti [penatly spot] dengan diameter 150 mm ditandai di depan dari tengah bagian gawang dengan jarak 6,40 meter dari tengah titik penalti [penalty spot] ke sisi bagian dalam dari garis-gawang [goal-line]. 
Seluruh circle : 
- seluruh garis sepanjang 3,66 meter dan paralel terhadap garis-belakang [back- line] ditandai di dalam lapangan dan sejajar dengan bagian tengah dari garis- belakang [back-line]; jarak dari sisi bagian luar dari garis sepanjang 3.66 meter ke sisi bagian luar garis-belakang [back-line] adalah 14.63 meter 

-seluruh garis ini terus berlanjut dalam lengkungan yang tidak putus di kedua arah yang kemudian bertemu di garis-belakang [back-line] dalam bentuk seperempat circle dengan bagian tengah dari sudut depan bagian dalam tiang gawang [goal- post] yang terdekat 

- seluruh garis sepanjang 3,66 meter dan lengkungan disebut sebagai garis circle [circle-line]; seluruh ruang yang dilingkupi oleh seluruh garis tersebut, termasuk seluruh garis tersebut, disebut circle 

- seluruh garis putus-putus [broken line] ditandai dengan sisi bagian luarnya berjarak 5 meter dari sisi bagian luar setiap garis circle [circle-line]; setiap garis putus-putus [broken line] diawali dengan bagian yang penuh [solid section] di bagian tengah atas garis circle [circle-line] dan setiap bagian yang penuh [solid section] tersebut mempunyai panjang 300 mm dengan jarak renggang antara bagian yang penuh [solid section] sepanjang 3 meter 
 

 dalam tiang gawang [goal-post] adalah 3,66 meter dan 

jarak dari sisi bagian terendah tiang silang [cross-bar] ke permukaan lapangan adalah 2,14 meter 
Ruang diluar lapangan, dibelakang tiang gawang [goal-post] dan tiang silang [cross-bar] dan dilingkupi oleh jaring, papan samping [side-board] dan papan belakang [backboard] adalah lebar minimum 0,90 meter dari tiang silang [cross-bar] dan lebar minimum 1,20 meter dari permukaan lapangan 
Jaring dibuat oleh tali yang dirajut bercelah tidak lebih dari 150 mm ukuran maksimum mata jaring adalah 45 mm 

b. Alat Permainan 

Alat yang dipakai saat permainan antara lain, pemukul (stick), bola, dan pelindung tubuh (body protecter). 
1). Pemukul (stick) 

  
Berat sebuah stick mempunyai batasan tertentu. Beratnya tidak boleh kurang dari 12 ounces dan tidak melebihi 23 ounces untuk wanita dan 28 ounces untuk Pria. Stick tersebut mempunyai bagian permukaan yang rata (flat face) di sebelah kirinya, permukaan dari stick di sebelah kiri hingg sampai tempat pegangan (handle). Kepala dari stick yang berada di sebelah bawah dari sambungan kurang lebih ditengah batang stick haruslah terbuat dari kayu. Stick tersebut tidak boleh dilekatkan, disambung atau dimasukkan logam atau sejenisnya, demikian pula tidak dibenarkan adanya benda yang tajam atau benda-benda lain yang dapat membahayakan. Ujung stick tersebut haruslah berbentuk lengkung. Stick pemain yang biasa digunakan terbuat dari fibber, ada juga yang terbuat dari kayu, dan bentuknya pun akan berbeda. 

2). Bola 
 

Bola : 

- berbentuk bundar 

- mempunyai keliling antara 224 mm dan 235 mm 

- berat antara 156 gram dan 163 gram 

- dibuat dari bahan apapun dan berwarna putih (atau warna yang disetujui yang 

- kontras dengan permukaan lapangan) 

- keras dengan permukaan yang halus tetapi diperbolehkan ada bagian yang tidak rata 

- Berat bola tersebut sekurang-kurangnya minimum 5,5 ounces dan maksimum 5,75 ounces. Lingkaran 8 13/16 in. Minimum, 9 ¾ maksimum Berat ; 5,50 oz minimum, 5,75 maksimum 

3). Perlengkapan Penjaga Gawang 
 
Gambar. Perlengkapan penjaga gawang 

Pelindung tangan [Hand protector] 
pelindung kaki penjaga gawang [legguard] : masing-masing memiliki lebar 
maksimum 300 mm pada saat dikenakan di kaki penjaga gawang 
Tidak boleh memiliki tambahan yang menungkinkan untuk tetap menahan tongkat 
Masing-masing memiliki lebar maksimum 228 dan panjang maksimum 355 mm 
pada saat dibaringkan secara mendatar dengan permukaan tangan menghadap keatas 
Bentuk Permainan Hoki 

Hoki lapangan adalah permainan hoki yang dimainkan dengan menggunakan bola di atas lapangan atau rumput, atau lapangan rumput sintetis. Permainan ini dimainkan oleh pria dan wanita di sejumlah negara-negara di dunia, terutama negara-negara di Eropa, India, Pakistan,Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, dan Asia Selatan. Di Amerika Serikat dan Kanada, olahraga ini sangat menonjol dimainkan oleh wanita. 

Hoki adalah permainan yang dipertandingkan oleh 2 (dua) regu, yang terdiri atas 11 orang dari masing-masing regu. Satu regu yang terdiri atas 11 pemain adalah :
1. Penjaga gawang
2. Back kanan
3. Back kiri
4. Gelandang kanan
5. Gelandang tengah
6. Gelandang kiri
7. Kanan luar
8. Kanan dalam
9. Penyerang tengah
10. Kiri dalam
11. Kiri luar

10 Komponen Kondisi Fisik


( 1 )
KEKUATAN
1.1Pengertian
a.       Strength adalah segala bentuk Komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuanya dalam menggunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja., Kekuatan adalah kekuatan otot yang banyak di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama otot tungkai yang harus menahan berat
b.      Kekuatan adalah kapasitas kontraksi dari otot, yang merupakan gerakan  otot dari gerakan pertamanya sampai jarak gerakan sepenuhnya dan mengulangi kemampuan tersebut terhadap perlawanan ; sedapat mungkin mendekat pad ketahan stress yang maksimal.
I.2. Bentuk Latihan
a.       Dengan menggunakan Berat Badan Sendiri :
Ø      Bench Press ( beban 80% berat badan )
Ø      Curl ( Punggung menempel pada dinding )
Ø      Press Up dengan lengan sebagai penopang dan punggung lurus
Ø      Press Up pada Ujung jari
Ø      Press up slapping chest : press up sambil memukul dada
Ø      Press up clapping hands : press up sambil bertepuk tangan.
Ø      Press up with feet raised : press up seperti latihan 1 sambil mengangkat 1 kaki.
Ø      Knee raise (angkat lutut), tidur terlentang tingkai lurus kedepan dengan kedua lengan disamping badan. Bawa kedua lutut kedada kembalikan ke posisi semula.
Ø      Sit-up
Ø      Diagonal sit-up
Ø      Standing squats
b.   latihan dengan kawan sebagai beban latihan
Ø      Separate Wrist : berdiri berhadapan, pegang pergelangan tangan kawan lalu berusaha memisahkan kedua pergelangan kawanmu.
Ø      Separate Legs
Ø      Clap hands : berpasangan tidur terlentang, kepala bersentuhan dengan terentan
( 2 )
KECEPATAN
3.1.   Pengertian
a.       Speed adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
b.      Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan secara berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang sesing-singkatnya. 
c.       Kecepatan adalah berhubungan dengan kemampuan untuk melakukan gerakan dalam waktu yang singkat.
2.      Bentuk latihan
a.       Balap sepeda
b.      Pukulan dalam tinju
c.       Panahan
d.      Running Speed Drills
e.       Running on the spot(lari di tempat, angkat lutut tinggi)
f.        Speed Assisted Work (belari menuruni bukit)
g.       Speed Resisted Work (berlari mendaki bukit)
h.       Speed Endurance Work (memukul serta melompat-lompat dalam waktu yang singkat).
i.         Metode Sprint terdiri :
Ø      Accelaration Sprints ( meningkatkan kecepatan berlari )
Ø      Hollow Sprint ( bentuk latihan kecepatan )
Ø      Repetion sprint ( Kecepatan lari yang konstan )
( 3 )
KELINCAHAN
2.1.   Pengertian
a.       Kelincahan adalah kemampuan bergerak cepat ke segala arah,yaitu kemampuan memulai dan berhenti melakukan gerakan dengan cepat.
b.      Kelincahan adalah berhubungan dengan cara mengubah arah posisi tubuh dengan kecepatan dan kecepatan tinggi. Kelincahan adalah kemampuan seseorang mengubah posisi tertentu. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik.
2.2    Bentuk latihan
a. Agilty Run
b. Zig-zag Run
c. Lari Bolak-balik (shuttle Run)
d.Illionis Agility Run
( 4 )
KESEIMBANGAN
5.1.   Pengertian
a.       Balance adalah strength dari seseoranguntuk mempertahankan sikap dan posisi tubuh secara tepat pada saat berdiri ( static balance) atau pada saat melakukan gerakan ( dynamic balance ).
b.      Keseimbangan adalah kemampuann seseorang dengan sikap mempertahankan keadaan seimbang (equilibrium) ketika sedang diam atau sedang bergerak
c.       Keseimbangan adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan organ-organ syaraf otot, seperti handstand atau mencapai keseimbangan sewaktu seseorang sedang berjalan kemudian terganggu (misalnya tergelincir dan lain-lain).
5.2.   Bentuk Latihan
a. Naik sepeda dengan melewati balok kayu.
b. Berdiri pada balok yang berukuran 10 x 10 cm dan balok di taruh di atas permukaan air.
c. Berdiri dengan kaki dengan mengangkat sebelah kanan atau kiri secara bergantian
( 5 )
KELENTUKAN (fleksibilitas)
4.1Pengertian
a.       Kelentukan adalah kemampuan persendian untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak  sendi secara maksimal( range of Moverment )
b.      Kelentukan adalah kemampuan seseorang untuk meningkatkan tubuh bagian-bagian tubuh dalam suatu ruang gerak yang seluas mungkin, tanpa mengalami cedera pada persendian dan otot di sekitar persendian. (menurut Johnson dan Nelson 1969)
c.       Kelentukan adalah afektivitas seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas.
4.2Bentuk Latihan
a.       Peregangan Statis(dengan gerak yang perlahan tetapi dilakukan terus menerus
b.       Peregangan Balistis (peregangan yang dilakukan dengan gerak memantul-mantulkan ).Semuanya meliputi :
Ø      Leher
Ø      Bahu dan dada
Ø      Lengan, bahu dan dada
Ø      Lengan dan bahu
Ø      Otot belakang bawah (lower back)
Ø      Pantat dan panggul
Ø      Otot belakang bawah dan perut
Ø      Otot pangkal paha
Ø      Otot pangkal paha panggul paha bagian dalam
Ø      Otot paha belakang (hamstring)
Ø      Otot paha depan (Quadriseps) dan ankle.
Ø      Otot paha depan dan panggul
Ø      Otot betis dan tungkai bawah

( 6 )
DAYA TAHAN ( Endurance )
6.1  Pengertian
a)      Daya tahan ( endurance ) adalah Kapasitas otot melakukan kontraksi secara terus-menerus pada tingkat intensitas sub maksimal
b)      Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan secara maksimum yang di kerahkan dalam waktu sependek-pendeknya. (menurut Harre D. 1986, Principles of Sport, Training Sport, Verlag Berlin)
c)      Daya tahan adalah kemampuan dan kesanggupan otot untuk bekerja berulang-ulang tanpa mengalami kelelahan. (menurut Robbins, Power and Burgers ; 1994

6.2  Bentuk Latihan
a.    Latihan daya tahan Aerobik Yang melipputi :
Ø      Lari terus menerus untuk waktu yang lama (long Continous running)
Bentuk latihan yang berlangsung lama dan terus menerus ini meningkatkan kemampuan menghirup oksigen dan memungkinkan metabolisme berlangsung lebih efesien
Ø      Latihan interval (latihan dengan metode interval)
Latihan interval adalah metode latihan daya tahan yang biasa di pakai di berbagai cabang olahraga seperti berenang, bersepeda, dan kebanykan olehraga permainan. Latihan interval memiliki  memiliki perbandingan periode kerja dan istirahat yang cukup. Sebagai contoh seorang perenang dengan program latihan 10 x 100 meter sprint dengan istirahat berenang perlahan sepanjang kolam, yang berukuran 50 meter, antara setiap jarak 100 meter sprint tersebut. Dengan latihan yang efektif periode istirahatnya dapat di buat lebih singkat.
b.      Daya Tahan Otot ( Muscular Endurance )
c.       Merencanakan tes daya tahan otot,seperti :
Ø      Maximum Press Ups
Ø      Abdominal curl Conditioning test yaiti sit up yang progresif.

( 7 )
KETEPATAN ( Accuracy )
7.1  Pengertian
a)  Akurasi adalah kemampuan untuk mengendalikan gerakan-gerakan bebas terhadap suatu sasaran.dapat berupa sasaran atau objek langsung  yang harus dikenai oleh salah satu bagian tubuh.
7.2 Bentuk Latihan
a.       Bermain Basket dengan Memasukan bola kedalam keranjang
b.      Memanah,Konsentrasi dalam membidikik anak panah dan menarik busur panahnya.
( 9 )
REAKSI ( Reaction )
9.1.   Pengertian
a.       Reaksi ( Reaction ) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan atau bertndak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera ( Gerak penerima oleh suatu rangsang yang datang )
b.      Reaksi adalah kemampuan gerak yang ada, pada manusia dalam melakukan aktifitas fisik dan ini merupakan wujud dari kemampuan organ-organ tubuh memenuhi kebutuhan dan menggunakan oksigen sehingga memungkinkan melakukan aktivitas fisik terus menerus tanpa istirahat, serta kemampuan membuang dan menghambat bertambahnya konsentrasi asam laktat di dalam tubuh.
9.2  Bentuk latihan
Ø      Dribling bola pada permainan basket,mengoper bola pada teman,berarti secara reflek menerima bola untuk dimasukkan kedalam ring baske
( 8 )
KOORDINASI
8.1  Pengertian
8.2                    Koordinasi adalah kemampuan untuk melakukan gerakan atau kerja dengan tepat dan efisien.koordinasi ini menyatakan hubungan harmonis berbagai factor yang terjadi pada suatu gerakanKoordinasi adalah yang berhubungan dengan kemampuan untuk menggunakan panca indera seperti penglihatan dan pendengaran, bersama-sama dengan tubuh tertentu di dalam melakukan kegiatan motorik dan harmonis dan ketepatan tinggiBentuk Latihan
Ø      Naik turun bangku mengikuti irama yang teratur sebanyak 120 kali permenit selama 5 menit.
Gunanya untuk melatih kemampuan belajar yang bersifat sensomotorik.

( 10 )
POWER
10 1.    Pengertian
a.       Kesanggupan atau kemampuan dari tubuh manusia untuk melakukan penyesuaian untuk melakukan penyesuaian atau adaptasi terhadap beban fisik yang di hadapi tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, dan memiliki kapasitas cadangan untuk melakukan aktifitas berikutnya. (menurut Hairy. 1989 dan Hopkins 2002)
b.      Toleransi terhadap stress otot di mana suatu otot dapat mempertahankan pada beban kerja tertentu. (menurut Iskandar. Z. A. dan Engkos Kosasih, penerbit Akademika Pressindo, Cv.)
c.       Kemampuan badan seoarang atlet untuk mengambil oksigen secara maksimal. (Engkos Kosasih, Olahraga Teknik dan Program latihan.)

10.2.    Bentuk latihan
a.Sesi latihan dasar plyometrik
Sesi latihan inin di dahului oleh pemanasan berlangsubg 15-20 menit yang di lakukan dengan progress latihan yang teratur dari latihan sederhana ke latihan dengan tuntutan plyometrik yang lebih kompleks. Coba lakukan 3-5 set latihan plyometrik dengan 8-12 repetisi yang terus menerus untuk setiap latihan, berikan 1-2 menit istirahat anatara tiap set latihan :
a.       Standing broad jump ( mengukur gertak eksplosif tubuh )
b.      Vertical jump ( dengan meraih titik tertinggi dengan ujung jari tangan )
c.       Medicine Ball Throw ( mengetahui kekuatan tubuh bagian atas )
d.      Hopping adalah melompat mendarat dengan kaki yang sama, gunakan kedua kaki.
e.       Knee tuck adalah latihan melompat dengan membawa lutut ke dada setinggi mungkin.
f.        Skipping adalah lari angkat lutut setinggi mungkin
 
Copyright © 2014 Pendidika Jasmani, Olahraga, Rekreasi. Designed by OddThemes