A. Low Back pain
1. Pendahuluan
Hampir semua orang pernah mengalami nyeri pinggang, hal ini menunjukan seringnya gejala ini dijumpai pada sebagian besar penderita. Sakit pinggang merupakan keluhan banyak penderita yang berkunjung ke dokter.Yang dimaksud dengan istilah sakit pinggang bawah ialah nyeri, pegal linu, ngilu, atau tidak enak didaerah lumbal berikut sacrum.Dalam bahasa inggris disebut dengan istilah Low Back Pain (LBP).
Penyebab LBP bermacam-macam dan multifaktorial; banyak yang ringan, namun ada juga yang berat yang harus ditanggulangi dengan cepat dan tepat.Mengingat tingginya angka kejadian LBP, maka tidaklah bijaksana untuk melakukan pemeriksaan laboratorium yang mendalam secara rutin pada tiap penderita. Hal ini akan memakan waktu yang lama, dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang seksama dan dibantu oleh pemeriksaan laboratorium yang terarah, maka penyebab LBP dapat ditegakan pada sebagian terbesar penderita
2. Definisi
Nyeri pinggang bawah atau low back pain merupakan rasa nyeri, ngilu, pegal yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah.Nyeri pinggang bawah bukanlah diagnosis tapi hanya gejala akibat dari penyebab yang sangat beragam.
Low Back Pain menurut perjalanan kliniknya dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Acute low back pain
Rasa nyeri yang menyerang secara tiba-tiba, rentang waktunya hanya sebentar, antara beberapa hari sampai beberapa minggu.Rasa nyeri ini dapat hilang atau sembuh.Acute low back pain dapat disebabkan karena luka traumatic seperti kecelakaan mobil atau terjatuh, rasa nyeri dapat hilang sesaat kemudian.Kejadian tersebut selain dapat merusak jaringan, juga dapat melukai otot, ligamen dan tendon.Pada kecelakaan yang lebih serius, fraktur tulang pada daerah lumbal dan spinal dapat masih sembuh sendiri.Sampai saat ini penatalaksanan awal nyeri pinggang acute terfokus pada istirahat dan pemakaian analgesik.
b. Chronic low back pain
Rasa nyeri yang menyerang lebih dari 3 bulan atau rasa nyeri yang berulang-ulang atau kambuh kembali.Fase ini biasanya memiliki onset yang berbahaya dan sembuh pada waktu yang lama.Chronic low back pain dapat terjadi karena osteoarthritis, rheumatoidarthritis, proses degenerasi discus intervertebralis dan tumor.
Disamping hal tersebut diatas terdapat juga klasifikasi patologi yang klasik yang juga dapat dikaitkan LBP. Klasifikasi tersebut adalah :
a. Trauma
b. Infeksi
c. Neoplasma
d. Degenerasi
e. Kongenital
B. Nyeri Laher
Nyeri dan rasa tidak nyaman pada leher akibat kerja antara lain terjadi pada pekerjaan dengan beban yang berat, pekerjaan manual dengan duduk, pekerjaan yang duduk terus menerus. Pekerjaan di bagian jahit industri Garment membutuhkan kordinasi gerakan postur tubuh dan pergelangan tangan yang baik dan konsentrasi tinggi. Dimana perubahan gerakan ini berlangsung sangat cepat tergantung bagian yang dijahit dan tingginya frekuensi pengulangan gerakan untuk kurun waktu yang lama akan mendorong timbulnya gangguan kesehatan, satu diantaranya ialah nyeri leher.
1. Etiologi Nyeri Leher
Leher terdiri atas ruas-ruas tulang belakang yang berakhir didasar tengkorak.Sepanjang ruas-ruas tulang belakang diikat dengan ikatan sendi/ligamen seperti deretan karet yang kuat membuat tulang belakang menjadi stabil.Didaerah leher juga terdapat otot-otot untuk menyokong beban leher dan untuk gerakan leher.Dalam suatu sikap yang statis, otot bekerja statis dimana pembuluh-pembuluh darah dapat tertekan sehingga aliran darah dalam otot menjadi berkurang yang berakibat berkurangnya glukosa dan oksigen dari darah dan harus menggunakan cadangan yang ada.Selain itu sisa metabolisme tidak diangkut keluar dan menumpuk didalam otot yang berakibat otot menjadi lelah dan timbul rasa nyeri.
2. Faktor Resiko Nyeri Leher
a. Sikap tubuh
Sikap tubuh dalam bekerja dapat menyebabkan nyeri leher belakang.Abduksi dan forward flexion (kepala turun maju kedepan) lebih dari 300 dapat mengakibatkan faktor risiko oleh karena adanya penekanan pada otot supraspinatus > 30 mmHg sehingga terjadi gangguan aliran darah. Selain itu, sakit tengkuk/leher belakang ditemui pada pekerja yang dituntut bekerja dengan sikap kerja tersebut dalam waktu lama
b. Getaran
Tangan yang bekerja pada alat kerja yang bergetar dapat mempengaruhi kontraksi otot dalam rangka menstabilkan tangan dan alat, dengan demikian dapat menimbulkan efek lelah pada leher.
c. Gerakan yang berulang
Gerakan berulang yang dilakukan dengan tangan akan meningkatkan kebutuhan stabilisasi daerah leher dan bahu, dengan demikian akan meningkatkan risiko keluhan leher.
d. Organisasi pekerjaan
Organisasi pekerjaan ini digambarkan sebagai distribusi pembagian tugas pekerjaan, lama waktu bekerja, dan lama istirahat.Jangka waktu antara bekerja dan waktu istirahat mempunyai efek pada kelelahan jaringan dan penyembuhannya.Bila perbandingan waktu bekerja dengan istirahat tidak seimbang maka penyembuhan kelelahan tidak sempurna dan bisa mengakibatkan gangguan leher belakang.
e. Faktor psikokologi dan social
Faktor psikososial yang dapat memicu nyeri pada daerah leher antara lain adalah tekanan psikologi yang dirasakan pekerja, kontrol yang rendah dari organisasi pekerjaan, hubungan yang buruk dengan manajemen dan teman kerja dan permintaan yang tinggi akan ketelitian dan kecepatan.
f. Faktor individu
Karakteristik individu seperti umur, jenis kelamin, kekuatan otot dan daya tahan, kebugaran fisik, ukuran tubuh, kepribadian, kecerdasan, kebiasaan waktu senggang (aktivitas fisik, merokok, alkohol, diet) rentan terhadap sakit otot.
3. Pencegahan
a. Penerapan alat kerja yang ergonomis
Meja jahit direkomendasikan tinggi duduk sekitar 41,5 cm untuk wanita dan untuk pria 43 cm dan posisi betis 105º dari paha ketika menginjak pedal. Sedangkan untuk kursi kerja diberi pelapis (busa) untuk memberi kenyamanan pada pekerja. Meja dan kursi juga harus dapat diatur ketinggiannya dan sudut sandarannya untuk mengurangi sakit pada bahu dan leher.Untuk mengurangi getaran diperlukan isolator getaran misalnya dengan memasang karpet/karet pada kaki-kaki mesin.
b. Penerapan shift kerja
Shift kerja perlu diberlakukan untuk menghindari kelelahan pekerja. Adapun untuk waktu pergantian shift menurut ILO (1983) yaitu setiap 8 jam dari waktu kerja.
c. Pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja
Pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja (briefing) tentang cara dan sikap kerja yang baik perlu diberikan pada pekerja setiap sebelum mulai bekerja secara singkat tapi jelas untuk meminimalkan kesalahan dalam bekerja agar tidak membahayakan kesehatan dan keselamatan pekerja.
Posting Komentar