BREAKING NEWS

Cedera Otot


A. Keluhan Muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorder)

Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan sakit, nyeri, pegal-pegal dan lainnya pada sistem otot (muskuloskeletal) seperti tendon, pembuluh darah, sendi, tulang, syaraf dan lainnya yang disebabkan oleh aktivitas kerja. Ada 4 faktor yang dapat meningkatkan timbulnya MSD (Musculoskeletal Disorder) yaitu tenaga yang berlebihan, pengulangan berkali-kali, dan lamanya waktu kerja.

Gangguan kesehatan pada musculoskeletal tiap bagian tubuh:

1. Cidera pada tangan

Cidera pada bagian tangan, pergelangna tangan dan siku bisa disebabkan dari pekerjaan tangan yang intensif sehingga memungkinkan terjadinya postur janggal pada tangan dengan durasi yang lama, pergerakan yang berulang dan tekanan dariperalatan atau material kerja.

2. Cidera pada bahu dan leher

Pekerjaan dengan melibatkan bahu memiliki kemungkinan yang besar dalam menyebabkan cidera pada bagian tubuh tersebut. Durasi yang lam dan gerakan yang berulang dapat mempengaruhi kesakitan pada bahu.

3. Cidera pada punggung dan lutut

Posisi berlutut, membungkuk, atau jongkok pada saat bekerja dapat menyebabkan sakit pada punggung bagian bawah atau pada lutut, jika dilkukan dalam waktu yang lama dan kontinyu bisa mengakibatkan maslah yang serius pada otot dan sendi.

Faktor resiko MSD:

1. Faktor fisik, antara lain:

· Karakteristik pekerjaan, meliputi:

Ø Postur tubuh

Postur tubuh yang baik dalam bekerja adalah postur yang mengandung tenaga otot statis paling minimum.

Ø Beban

Pembebanan fisik pada pekerjaan dapat mempengaruhi terjadinya MSD. Pembebanan fisik yang dibenarkan adalah pembebanan yang tidak melebihi 30-40 % dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam 8 jam sehari dengan memperhatikan peraturan jam kerja yang berlaku.

Ø Durasi

Jika pekerjaan berlangsung dalam waktu yang lama tanpa istirahat, kemampuan tubuh akan menurun dan dapat menyebabkan kesakitan pada anggota tubuh.

Ø Frekuensi

Frekuensi dapat diartikan sebagai banyaknya gerakan yang dilakukan dalam suatu periode waktu.

Ø Karakteristik objek

Karakteristik objek yang menjadi faktor resiko MSD antar lain:

Ø Berat objek

Menurut ILO, beban maksimum yang diperbolehkan untuk diangkat oleh seseorang adalah 23-25 kg. Mengangkat beban yang terlalu berat akan mengakibatkan tekanan pada tulang belakang.

Ø Besar dan bentuk objek

Ukuran objek harus cukup kecil agar dapat diletakkan sedikit mungkin dari tubuh. Sedangkan bentuk objek yang baik harus memiliki pegangan, tidak ada sudut tajam dan tidak dingin atau panas saat diangkat.

Ø Karakteristik lingkungan kerja

Salah satu bagian karakteristik dari lingkungan kerja adalah getaran atau vibrasi. Vibrasi dapat menyebabkan perubahan perubahan fungsi aliran darah pada ekstremitas yang terpapr bahaya vibrasi.

2. Faktor resiko lainnya

MSD juga dapat disebabkan karena faktor individu, yaitu masa kerja. Lamanya pekerja bekerja di suatu industri, mempengaruhi keskitan musculoskeletal yang dirasakan.



Penilaian (assasment) terhadap MSD ini dapat dilakukan dengan menilai empat faktor berikut:

· Postur, sikap anggota tubuh pekerja yang janggal sewaktu menjalankan pekerjaan.

· Gaya atau beban, merupakan beban yang harus ditanggung oleh anggota tubuh pada saat melakukan postur janggal.

· Lama, yaitu lamanya waktu anggota tubuh dalam melakukan postur janggal selama bekerja.

· Frekuensi, adalah banyaknya gerakan postur janggal yang dilakukan secara berulang setiap menit.

Pengenalan (recognition) terhadap MSD yaitu dapat dilakukan dengan mengenali gejala-gejala yang timbul dan faktor resiko MSD. Selain itu recognition atau pengenalan dapat dilakukan dengan menanyakan kepada pekerja tentang gangguan MSD yang dialami, menanyakan jenis tugas yang sulit dan menyebabkan ketidaknyamanan, mengevaluasi catatan kecelakaan kerja yang pernah terjadi, mengamati jenis pekerjaan yang membutuhkan waktu yang lama.

Evaluation atau mengenali bahaya data dilakukan dengan menanyakan kepada pekerja tentang jenis pekerjaan apa yang sulit dan mengamati jenis pekerjaan yang membutuhkan waktu yang lama. Karena dari situ dapat timbul bahaya terjadinya MSD (Musculoskeletal Disorder) pada pekerja.

Controlling atau pengendalian terhadap MSD ini dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap faktor-faktor yang telah ditemukan. Selain itu juga dapat dilakukan perubahan metode kerja, menata ulang peralatan dan area kerja untuk mengurangi resiko MSD, libatkan karyawan untuk memberikan ide-ide agar sistem kerja menajdi lebih baik sehingga produktivitas kerja dapat meningkat.

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Pendidika Jasmani, Olahraga, Rekreasi. Designed by OddThemes