Nyamuk termasuk dalam kelas Insecta, ordo Diptera dan famili culicidae. Famili Culicidae dibagi menjadi tiga famili, yaitu Anophelni, Culicini, dan Toxorhynchititni. Nyamuk dapat menjadi vector dapat berperan sebagai vektor penyakit pada manusia dan binatang yang penyebabnya terdiri atas berbagai macam parasit. Di dalam tubuh nyamuk tersebut parasit tumbuh dan berkembang menjadi stadium infektif sebelum ditularkan kepada orang yang sehat. Nyamuk Dari famili Anophelni, yang berperan sebagai vektor malaria hanyalah genus Anopheles.
2.1.2 Morfologi Nyamuk Anopheles
Nyamuk anopheles berukuran kecil (4-13 cm) dan rapuh. Nyamuk mempunyai proboscis halus dan panjangnya melebihi kepala. Pada nyamuk betina probosisi dipakai sebagai alat untuk menghisap darah, sedanggkan pada nyamuk jantan untuk menghisap bahan-bahan cair seperti cairan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan juga keringat. Di kiri dan kanan proboscis terdapat palpus yang terdiri atas 5 ruas dan sepasang antena yang terdiri atas 15 ruas. Antena pada nyamuk jantan berambut lebat ( plumose) dan pada nyamuk betina jarang (pilose). Sebagian toraks yang tampak diliputu bulu halus. Bulu ini berwarna putih/kuning dan membentuk gambaran yang khas. Nyamuk memiliki 3 pasang kakiyang melekat pada toraks dan tiap kaki terdiri dari satu ruas femur, satu ruas tibia dan 5 ruas tarsus.
2.1.3 Habitat Nyamuk Anopheles
Di seluruh dunia , terdapat 2000 spesies, dan yang diketahui sebagai vektor malaria sekitar 60 spesies etahuui sebagai vector malaria. Jumlah nyamuk Anophelni di Indonesia yang diketahui kira-kira 80 spesies dan 16 spesies telah dibuktikan sebagai vector malaria yang berbeda dari satu daerah ke daerah lain tergantung pada bermacam-macam factor, seperti penyebaran geografik, iklim dan tempat perindukan. Masing- masing spesies memiliki tempat perindukan yang berbeda, sebagai contohnya adalah Anopheles sundaicus memiliki tempat perindukan larva pada muara sungai yang mendangkal pada musim kemarau, tambak ikan yang kurang terpelihara, parit-parit di sepanjang pantai bekas galian yang terisi air payau, tempat penggareaman (Bali) di air tawar ,sedangkan Anopheles aconitus memiliki tempat perindukan larva di daerah persawahan dengan saluran irigasi, tepi sungai pada musim kemarau, kolam ikan dengan tanaman rumput di tepinya. Dan Anopheles balabacensis tempat perindukan larvanya pada ban bekas yang tergenang air, air bekas jejak kaki binatang, pada tanah berlumpur yang berair, tepi sungai pada musim kemarau, kolam atau kali yang berbatu di hutan atau di daerah pedalaman.
2.1.4 Daur Hidup Anopheles
Nyamuk menaglami metamorfosis sempurna yaitu Telur – Larva – Pupa – Dewasa . Stadium telur, larva dan pupa hidup di dalam air sedangkan stadium dewasa hidup dewasa hidup berterbangan. Telur yang baru diletakan berwrna outih, setelah 1-2 jam berubah menjadi hitam. Telur anopheles diletkan satu per satu di permukaan air. Setelah 2-4 hari telur menetas dan menjadi larva yang selalu hidup di air. Larva terdiri atas empat substadium (Instar), pertumbuhan larva stadium I-IV berlangsung selama 6-8 hari. Kemudian tumbuh menjadi pupa yang tidak makan namun masih mebutuhkan oksigen yang diambil melalui tabung pernapasan ( breathing trumpet). Dari stadium pupa menjadi dewasa dibutuhkan waktu 1-3 hari .
2.1.5 Epidemiologi Malaria di Indonesia
Batas dari penyebaran malaria adalah 640 Lintang Utara (Rusia) dan 320 Lintang Selatan. Ketinggian yang dimunkinkan adalah 400 meter di bawah permukaan laut (Laut Mati) dan 2600 meter di atas permukaan laut ( Bolivia). Di Indonesia, penyakit Malaria tersebar di seluruh pulau dengan derajat endemisitas yang berbeda-beda dan dapat berjangkit pada ketinggian sampai 1800 meter di atas permukaan laut. Angka kesakitan malaria di pulau Jawa dan Bali pada tahun 1983 berkisar antara 1-2 per 1000 penduduk, sedangkan di luar Jawa dan Bali 10 kali lipat lebih besar.
2.1.6 Penyebab Malaria
Penyebab malaria adalah parasit jenis Plasmodium yeng termasuk filum protozoa, kelas sporozoa. Terdapat empat spesies plasmodium pada manusia yang dapat menularkan malaria, yaitu plasmodium vivax, plasmodium falciparum, plasmodium malariae, dan plasmodium ovale.
Di Indonesia sampai saat ini terdapat 4 macam plasmodium malaria antara lain :
1. Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana
2. Plasmodium falciparum, menyebabkan malaria tropika
3. Plasmodium malariae, menyebabkan malaria quartana
4. Plasmodium ovale menyebabkan malaria dengan demam mengigil selang sehari.
2.1.7 Siklus hidup parasit Malaria
Untuk kelangsungan hidupnya, parasit malaria memerlukan 2 macam siklus untuk hidupnya yaitu :
1. Siklus pada manusia
Sporozoit yang berada dalam kelenjar liur nyamuk akan masuk dalam peredaran darah selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu sporozoit akan masuk ke dalam sel hati dan menjadi tropozoit hati. Kemudian berkembang menjadi skizon hati yang terdiri dari 10.000-30.000 merozot hati. Siklus ini disebut siklus eksoeritrositer yang berangsung selama 2 minggu. Pada Plasmodium vivax dan Plasmoium ovale, sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi skizon, tetapi ada yang disebut hipnozoit. Hipnozoit tersebut dapat tinggal di dalam sel hati selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Pada suatu saat bila imunitas tubuh menurun, akan menjadi aktif sehingga dapat menimbulkan relaps (kambuh)
Merozoit yang berasal dari skizon hati yang pecah akan masuk ke peredaran darah dan menginfeksi sel darah merah. Di dalam sel darah merah, parasit tersebut berkembang dari stadium tropozoit sampai skizon. Proses perkembangan aseksual ini disebut skizogoni. Selanjutnya erotrosit yang terinfeksi (skizon) pecah dan merozoit yang keluar akan menginfeksi sel darah merah lainnya. Siklus ini disebut siklus eritrositer. Setelah 2-3 siklus skizogono darah, sebagian merozoit yang menginfeksi sel darah merah akan membentuk stadium seksual (gametosit jantan dan betina
2 Siklus pada nyamuk Anopheles betina
Apabila nyamuk Anopheles betina menghisap darah yang mengandung gametosit, gamet jantan dan betina akan melakukan pembuahan menjadi zigot. Zigot berkembang menjadi ookinet kemudian menembus dinding lambung nyamuk. Pada dinding luar lambung nyamuk ookinet akan menjadi ookista dan selanjutnya menjadi sporozoit. Sporozoit ini bersifat infektif dan siap ditularkan ke manusia.
2.1.8 Masa Inkubasi Malaria
Masa inkubasi adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk sampai timbulnya gejala klilnis yang ditandai dengan demam. Masa inkubasi bervariasi tergantung spesies Plasmodium, antara lain :
1. Plasmodium vivax 15 hari
2. Plasmodium falciparum 12 hari
3. Plasmodium malariae 28 hari
4. Plasmodium ovale 17 hari
2.1.9 Pengendalian Vektor Malaria
1 Pengendalian Lingkungan
Pengendalian dilakukan dengan cara mengelola lingkungan, yaitu memodifikasi atau memanipulasi lingkungan, sehingga terbentuk lingkungan yang tidak cocok yang dapat mencegah atau membatasi perkembangan vector.
· Modifikasi lingkungan
Cara ini paling aman terhadap lingkungan, yaitu tidak merusak keseimbangan alam dan tidak mencemari lingkungan, tetapi harus dilakukan terus menerus. Sebagai contoh misalnya pengaturan sistem irigasi, penimbunan tempat-tempat pembuangan sampah, pengaliran air yang menggenang menjadi kering, pengubahan rawa menjadi sawah, dan pengubahan hutan menjadi tempat pemukiman.
· Manipulasi lingkungan
Cara ini berkaitan dengan pembersihan atau pemeliharaan sarana fisik yang telah ada supaya tidak berbentuk tempat perindukan. Sebagai contoh membersihkan tanaman air yang mengapung di danau seperti ganggang dan lumut yang dapat menyulitkan perkembangan nyamuk Anopheles.
2. Pengendalian Mekanik
Cara pengendalian ini dilakukan dengan menggunakan alat yang langsung dapat membunuh, menangkap atau menghalau, menyisir, mengeluarkan serangga dari jaringan tubuh. Menggunakan baju pelindung, memasang kawat kasa di jendela merupakan cara untuk menghindarkan hubungan (kontak) antara manusia dan vector.
3. Pengendalian Biologi
Pengendalian biologi diaplikasikan dengan memperbanyak pemangsa dan parasit sebagai musuh alami bagi serangga, dapat dilakukan pengendalian serangga yang menjadi vector atau hospes perantara. Beberapa parasit dari golongan nematode, bakteri, protozoa, jamur dan virus dapat dipakai sebegai pengendali larva nyamuk. Artropoda juga dapat dipakai sebagai pengendali nyamuk dewasa. Predator atau pemangsa yang baik untuk pengendalian larva nyamuk terdiri dari beberapa jenis ikan, larva nyamuk yang berukuran lebih besar juga larva capung dan Crustacea. Sebagai contohnya adalah cacing Romanomermis iyengari dan Romanomermis culiciforax, merupakan dua spesies yang dapat digunakan untuk pengendalian biologi. Bakteri Bacillus thuringiensis telah banyak digunakan untuk mengendalikan larva Anopheles
4. Pengendalian Kimia
Untuk pengendalian ini digunakan bahan kimia yang berkhasiat membunuh serangga (insektisida) atau hanya untuk menghalau serangga saja (repellent). Sebagai contohnya adalah menuangkan solar atau minyak tanah di permukaan tempat perindukan sehingga larva tidak dapat mengambil oksigen dari udara, cara lain adalah penggunaan residual spray untuk nyamuk dewasa. Penggunaan larvasida berupa paris green, temfos dan fention untuk membunuh larva nyamuk.
2.1.10 Kecubung ( Datura metel)
Klasifikasi tanaman kecubung
Kingdom : Plantae
Filum : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Datura
Spesies : Datura metel
2.1.11 Morfologi
Kecubung (Datura metel) termasuk jenis tumbuhan perdu taunan yang mempunyai pokok batang kayu, keras dan tebal.
Cabang : Cabangnya banyak dan mengembang ke kanan dan ke kiri sehingga membentuk ruang yang lebar. Tinggi dari tumbuhan kecubung 0.5 – 2 m.
Daun : Berbentuk bulat telur, tunggal, tipis, dan pada bagian tepinya berlekuk-lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan. Serta ujung dan pangkal meruncing dan pertulanganya menyirip. Daun kecubung berwarna hijau.
Bunga : Bunga Kecubung tunggal menyerupai terompet dan berwarna putih atau lembayung. Mahkotanya berwarna ungu. Panjang bunga lebih kurang 12-18 cm. Bunga bergerigi 5-6 dan pendek. Tangkai bunga sekitar 1-3 cm. Kelopak bunga tertuju 5 dengan teju runcing. Tabung mahkota berbentuk corong, rusuk kuat, dan tepian bertaju 5. Taju dimahkotai oleh suatu runcingan. Benang sari tertancap pada ujung dari tabung mahkota dan sebagai bingkai berambut mengecil ke bawah. Bunga mekar di malam hari. Bunga membuka menjelang matahari tenggelam dan menutup sore berikutnya.
Buah : Buah kecubung hamper bulat yang salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan yang pendek dan melekat kuat. Buah kecubung bagian luarnya dihiasi duri-duri pemdek dan melekat kuat. Dan dalamnya berisi biji-biji kecil warna kuning kecoklatan. Diameter buah ini sekitar 4-5 cm. Buah yang masih muda berwarna hijau, sedangkan yang sudah tua berwarna hijau tua. Bakal biah dalam paroan bawah beruang 4 dan pada puncak beruang 2. Buah duduk pada dasar bunga yang menebal dan melenbar ditambah sisa-sisa dari kelopak. Buah berbentuk bola, dinding pada waktu masak terpecah kecil-kecil dan tidak teratur.
Biji : Berwarna kuning cokelat, gepeng berbentuk telinga, berbintik atau bersaluran (tidak terang)
Akar : Akar Kecubung adalah sistem perakaran tunggang.
2.1.12 Kandungan dalam biji kecubung
Semua bagian tumbuhan Kecubung, yaitu akar, tangkai, daun, bunga, buah, dan bijinya mengandung senyawa alkaloid. Kandungan alkaloid terbanyak terdapat dalam akar dan bijinya, bisa mencapai 0.4 sampai dengan 0.9%. Daun dan bunga berkisar antara 0.2 sampai 0.3% . Sebagian alkaloid itu terdiri atas Atropin (bersifat antikholigenik), Hyoscosyamin (antikholigernik), skopalamin (bersifat antikholigenik), Hiosin, zat lemak dan kalsium okasalat (Anggara 2008).
Alkaloid merupakan senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom Nitrogen, bersifat optis aktif. Kebanyakan alkaloid berbentuk ksristal dan hanya sedikit yang berupa cairan pada suhu kamar. Sebagian besar alkaloid berasa pahit. Alkaloid seringkali beracun bagi manusia dan banyak yang mempunyai kegiatan fisiologis yang menonjol, jadi banyak yang digunakan secara luas dalam bidang pengobatan (Harborne, 1987).
Alkaloid yang terkandung dalam Kecubung diperkirakan dapat merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon ekdison, peningkatan hormone ekdison dapat ,menyebabkan kegagalan metamorfosis. Pengamatan pada nyamuk mati abnormal menunjukan sebagian tubuh nyamuk ada yang tersangkut selubung pupa, sehingga terjadi kegagalan aksolsi (Aminah dkk).
Saponin diduga mnengandung hormone steroid yang berpengaruh dalam pertumbuhan larva nyamuk. Larva yang mati menunjukan kerusakan pada dinding traktus digestivus. Saponin dapat menurunkan tegangan permukaan selaput mukosa traktus digestivus larva, sehingga dinding traktus digestivus menajdi korosif. Pupa tidak terpengaruh oleh saponin karena mempunyai struktur dinding tubuh yang yang tediri dari kutikula yang keras sehingga senyawa saponin tidak dapat menembus dinding pupa (Aminah dkk, 1995)
Saponin,berasal dari bahasa latin “sapo” yang berarti sabun karena sifatnya yang menyerupai sabun. Saponin adalah aktif permukaan yang kuat, dapat menimbulkan busa jika dikocok dalam air dan pada kosentrasi tinggi dapat menyebabkan hemolisis sel darah merah. Larutan encer saponin sangat beracun untuk ikan, sehingga tumbuhan yang mengandung saponin telah digunakan sebagai racun ikan selama beratu-ratus tahun. Beberapa saponin bekerja sebagai antimikroba (Trevor, 1995)
Saponin adalah suatu glikosida yang ada pada berbagai macam tanaman. Saponin ada pada seluruh tanaman dengan kosentrasi tinggi pada bagian-bagian tertentu dan dipengaruhi oleh varietas tanaman dan tahap pertumbuhan.
Fungsi dalam tunbuh-tumbuhan sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat atau merupakan waste produk dari metabolisme tumbuh-tumbuhan. Kemungkinan lain adalah sebagai pelindung dari serangan serangga. Zat aktifnya dapat menimbulkan halusinasi bagi pemakainya. Jika alkaloid kecubung diisolasi maka akan terdeteksi adanya senyawa methyl crystalline yang mempunyai efek relaksasi pada otot gerak. Bagian yang digunakan dari kecubung adalah bunga, akar, dan daun. Bunga digunakan untuk mengatasi asma, batuk, nyeri lambung, rematik, syok, serta dapat juga sebagai obat bius pada operasi. Akarnya untuk pengobatan kolera. Sedangkan daunnya selain untuk mengatasi ketombe juga dapat digunakan untuk mengatasi rematik, memar, dan cacingan
aduh ngeri juga,,,yg penting bersiin kamar mandi dua kali seminggu mungkin sedikit mengurangi habitatnya,,,,,,
BalasHapusjaga kebersihan, terutama di musim hujan, karena nyamuk berkembangbiak dengan cepat saat musim penghujan
BalasHapusingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat ayo segera bergabung dengan kami di f4n5p0k3r
BalasHapusPromo Fans**poker saat ini :
- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis
Ayo di tunggu apa lagi Segera bergabung ya, di tunggu lo ^.^
Numpang ya bossku ^^
BalasHapusHANYA DI KENARI POKER BANYAK BONUSNYA BOSSKU
Bonus Welcome Untuk New Member:
- Bagi deposit Rp.10,000 - Rp.14,999 Bonus Rp.5.000
- Bagi deposit Rp.15,000 - Rp.24,999 Bonus Rp.10.000
- Bagi deposit Rp.25,000 - Rp.49,999 Bonus Rp.15.000
- Bagi deposit Rp.50,000 - Rp.99,999 Bonus Rp.20.000
- Bagi deposit Rp.100,000 ke atas Bonus Rp.25.000s
- Bonus next deposit 5% untuk deposit Rp.50.000
REAL PLAYER VS PLAYER !!!
Syarat Klaim bonus yaitu menghubungi CS kami di
WHATSAPP : +855966139323, +85585426330
BBM : KENARI00
LIVE CHAT : KENARIPOKER . COM
ALTERNATIVE LINK : KENARIPOKER . COM