BREAKING NEWS

identifikasi penjas untuk anak SMA

1.        Mengidentfikasi masalah social dan dampak perkembanganya
Masalah yang kerap terjadi pada masa rentan SMA adalah konsep diri yang mulai timbul, dan datang sebagai sosok yang dewasa. Masalah sosial yang sering terjadi antara lain :
a.         Anak merasa dirinya di usia ini adalah yang paling benar
b.         Anak menganggap bahwa mereka sudah pantas dan matang
c.         Sudah mulai mencari pasangan
d.     Seorang anak kurang beratanggungjawab dan menyepelekan sesuatu karena pembenaran mereka sendiri
e.         Mengganggap bahwasanya mereka it hebat karena telah dewasa
f.          Persaingan untuk mendapatkan sesuatu
Itu adalah bebrapa contoh hal kecil yang terjadi pada saat di bangku SMA, karena pada saat saya duduk dibangku SMA sering sekali hal itu terjadi bahkan saya rasakan sendiri. Adanya pergesekan atau persaingan antar individu dikarenakan persaingan hal positif maupun negative sering saya jumpai, dan tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan.
Dari contoh permasalahan social yang muncul ini, hendaknya kita sebagai calon seorang pendidik harus sadar betul dan dapat embuat problem soulfing atau cara untuk mengatasi hal tersebut agar peserta didik kita maksimal dan dapat tumbuh dengan karakter yang bai dan memiliki tanggungjawab serta disiplin.
Hendaknya nanti ketika kita benar-benar terjun langsung dalam dunia pendidikan kita wajib untuk mengetahui karekter siswa kita dan dalam pembelajaran serta aplikasi kurikulum kita dapat lakukan dengan maksimal. Kurikulum yang dilaksanakan sudah cukup baik karena hampir semua aspek diberikan, dan teratur sesuai perkembangan anak.
Proses pembelajaran harus menekan pada beberapa hal yang nantikan akan mengawal siswa dalam prses pencarian jatidiri mereka missal disiplin, tanggugjawab, sopan – santun dan meghormati yang lebih dari usia mereka. Dalam mengatasi problem social di tingkatan anak ini, kita harus lebih mendekat dan meperhatikan dengan bai setiap muncul permasalahan pada diri mereka. Karena saya menganggap bahwasanya guru penjasorkes adalah cerminan dari seorang anak.

2.        Dalam masa SMA, apa yang dikuasi dalam mata pelajaran penjasorkes
Saat masa SMA, pelajaran penjasorkes yang saya kuasai adalah Pencaksilat, senam irama dan beberapa olahraga permainan seperti sepakbola, bola voli dan bola basket. Meskipun semuanya tidak saya kuasai dengan baik, tetapi setidaknya saya paham tentang teknik dasarnya dan permainan olahraga tersebut.
Untuk cabang pencaksilat, saya sangat suka karena saya berkembang melalui ekstrakulikulernya yang dilaksanakan sekali dalam satu minggu. Saya merasa pada saat duduk di bangku SMA, memalui ekstrakulikuler pencaksilat saya dapat berkembang bahkan mencapi juara pada saat itu. Kebanggaan saya lebih karena seolah juga memberi penghargaan kepada kami anak-anak yang berprestasi.
Selain cabang pencaksilat, saya juga senang sekali terhadap senam irama. Karena pernah ada tugas dari guru untuk berkreasi membuat senam secara berkelompok. Senam yang kam lakukan dengan gerakan yang menarik dan baru membuat guru berdecak kagum terhadap kelompok kami. Sehingga kami senantiasa menyukai penjasorkes dalam pelajrannya.
Hanya saja ada yang kurang yang kami rasakan, yaitu sitem dan proses pembelajran yang diberikan oleh guru penjasorkes kami. Kami di bangku SMA tidak mendapatkan Pengembangan diri, dan untuk bebrapa teknik permainan olahraga kami harus mencari sendiri karena guru tersebut jarang memberikan aplikasi teknik pelajaran yang benar. Misalkan saja pelajaran penjasorkes kami habis hanya diberikan bola sepak, bola voli dan bola basket. Kami kurang diberi contoh teknik yang baik, bahkan pada saat mid semester kami harus benar melkukan teknik tertentu tanpa seorang guru memberikan contohnya terlebih dahulu.

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Pendidika Jasmani, Olahraga, Rekreasi. Designed by OddThemes