BREAKING NEWS

Identifikasi Bakat dengan Sport Search

Tujuan Identifikasi Bakat
Proses pengidentifikasian atlet-atlet berbakat harus menjadi perhatian tiap cabang olahraga. Pengidentifiksian bakat dalam suatu cabang olahraga sangat penting diantaranya: menemukan calon atlet berbakat,  untuk memilih calon atlet pada usia dini, memonitor secara terus menerus dan membantu calon atlet menuju langkah penguasaan yang tinggi (M. Furqon H., 2003: 6).
Tujuan utama pengidentifikasian bakat adalah untuk mengidentifikasi dan memilih calon atlet yang memiliki berbagai kemampuan tertinggi dalam cabang olahraga tertentu.  Menurut Harre, Ed (1982: 24) yang dikutip M. Furqon H. (2003: 6) menyatakan, “Tujuan pengidentifikasian bakat adalah untuk memprediksi suatu derajat yang tinggi tentang kemungkinan apakah calon atlet akan mampu dan berhasil menyelesaikan program latihan junior dalam olahraga yang dipilih agar ia dapat mengukur secara pasti, melakukan tahap latihan selanjutnya”.
Makin awal anak menunjukkan kesesuaian latihan dengan kemampuan untuk belajar, maka makin berhasil ia dalam menyelesaikan program latihannya. Hal ini akan menyebabkan ia memiliki lebih banyak waktu untuk berlatih sebelum mencapai usia prestasi puncak dan akan memiliki pengaruh yang berakhir positif pada latihannya.
Sport Search sebagai Media Menilai Bakat
            Sport search adalah suatu pendekatan yang unik dan inovatif untuk membantu anak (yang berusia antara 11-15 tahun), agar dapat membuat keputusan-keputusan yang didasari pada informasi mengenai olahraga, tidak hanya menarik tetapi juga sesuai dengan anak (M. Furqon H & Mucshin Doewes, 1999: 1).
            Sport search merupakan suatu paket komputer interaktif yang memungkinkan anak menyesuaikan antara ciri-ciri fisik dan pilihan olahraga yang disesuaikan dengan potensi olahraga anak. Program tersebut juga memberikan informasi lebih dari 80 cabang olahraga dan rincian tentang bagaimana cara-cara mencari dan memilih berbagai cabang olahraga di masyarakat.
Sport search  adalah salah satu program yang dikembangkan oleh Komisi Olahraga Australia (The Australian Sport Commision) sebagai bagian dari AUSSIE SPORT, yakni suatu pendekatan bangsa Australia secara menyeluruh terhadap pengembangan olahraga junior. Ini merupakan suatu inisiatif yang memberikan sumbangan terhadap pendidikan dan pengembangan anak dengan menekankan pada kesenangan, permainan yang fair, pengembangan keterampilan, pengajaran yang berkualitas, partisipasi maksimum, akses yang sebanding serta peluang-peluang jiwa kepemimpinan di dalam olahraga.
Melalui berbagai program dan strategi, AUSSIE SPORT bertujuan untuk memperkaya kehidupan anak dengan memberikan pengalaman-pengalaman olahraga yang berkualitas, yang akan mampu menumbuhkan partisipasi seumur hidup. Program maupun falsafahnya adalah melayani anak sejak berusia 3-20 tahun.
Tes-tes yang Digunakan dalam Sport Search
Penelitian telah dilaksanakan untuk suatu item tes yang sesuai untuk pengembangan profil kinerja siswa. Tes tersebut dipilih untuk mengukur suatu rentangan luas dari ciri-ciri fisik, fisiologis dan keterampilan motorik dikalangan siswa Sekolah Menengah Umum (SMU). Menurut M. Furqon & Mucshin Doewes (1999: 16) tes-tes yang dilakukan dalam sport search adalah :  
1)      Tinggi badan.
2)      Tinggi duduk.
3)      Berat badan.
4)      Panjang rentang lengan.
5)      Lempar-tangkap bola tenis
6)      Lempar bola basket.
7)      Loncat tegak.
8)      Lari kelincahan.
9)      Lari cepat 40 meter.
10)  Lari multitahap (multistage aerobic fitness test).

Identifikasi Bakat dengan Sport Search
Pelaksanaan Tes Sport Search
1)      Urutan Pelaksanaan
Ada 10 butir tes di dalam sport search. Pelaksanaan seluruh butir tes dalam satu sesi (senssion) berdurasi 90 menit yang memungkinkan dilaksanakan dengan perbandingan antara testi dan tester sebesar 10:1. Perlu mengatur urutan butir tes dalam dua bagian atau lebih.    
Apabila dikelompokkan dalam dua bagian, maka sebaiknya menggunakan lima tester. Masing-masing tester sebaiknya menangani satu pos pengetesan dan testi sebaiknya melakukan dari satu pos ke pos lain.
Urutan pelaksanaan tes yang disarankan adalah bagian pertama, meliputi tinggi badan, tinggi duduk, berat badan, rentang lengan dan lempar tangkap bola tenis. Kemudian bagian kedua meliputi lempar bola basket loncat tegak, lari kelincahan, lari cepat 40 meter dan lari multitahap. Perlu diperhatikan bahwa lari multitahap dilaksanakan yang paling akhir dalam bagian kedua.
2)      Tempat Pelaksanaan
Untuk melaksanakan tes dapat menggunakan gedung olahraga atau bagian ruang dalam aula olahraga. Tempat tersebut harus memiliki permukaan atau lantai yang tidak licin, terutama untuk tes lari kelincahan. Apabila lantai berdebu, maka pada waktu pelaksanaan tes ini akan menjadi lebih lambat. Apabila terjadi hal semacam itu, sebaiknya tes lari kelincahan dilakukan pada permukaan batu bata atau di halaman. Pelaksanaan lari cepat 40 meter perlu diukur dan dilakukan di tempat terbuka. Lintasan harus lurus, rata dan ditempatkan pada angin yang melintang (cross wind). Apabila menggunakan permukaan berumput, pilihlah permukaan yang kering.  
3)      Pakaian
Testi harus mengenakan pakaian olahraga yang layak (berupa T-shirt dan celana pendek atau skirt) dengan alas kaki sepatu olahraga. Pakaian ini sebaiknya digunakan untuk selurus tes kecuali apabila ada perkecualian yang disebutkan secara khusus di dalam tata cara tes (misalnya pelepasan sepatu untuk pengukuran tinggi badan).
4)      Persiapan Pre-Test
Testi harus melakukan pemanasan secara menyeluruh termasuk aktifitas aerobik tingan dan peregangan baik pada tubuh bagian atas maupun bawah sebelum pelaksanaan tes melempar bola basket, loncat tegak, lari kelincahan, lari cepat 40 meter dan lari multitahap.
5)      Instruksi-Instruksi Kepada Testi
Testi harus diberi informasi sebelumnya mengenai tugas-tugas dan tujuan tes pengukuran tersebut. Dalam tiap kesempatan, testi harus didorong agar melakukan yang terbaik. Berikan dorongan-dorongan sewaktu testi melaksanakan tes tersebut.
6)      Percobaan
Testi harus diberi kesempatan melakukan latihan atau percobaan hanya dalam tugas menangkap bola. Percobaan semacam ini sebaiknya dilakukan sehingga testi memahami persyaratan-persyaratan dalam melakukan tes tertentu dan telah mencoba “merasakannya”. Percobaan tidak diperkenankan untuk butir tes lain yang manapun karena akan diberikan dua kali percobaan, kemudian dicatat hasil terbaik dari dua kali pelaksanaan tes tersebut. Testi hendaknya diberi waktu istirahat di antara tes satu dengan yang lain (sebaiknya tester mengetes seluruh testi kemudian mengulanginya untuk melakukan tes yang kedua, untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi testi).
7)      Petunjuk Pelaksanaan
Para pelaksana atau tester harus menguasai petunjuk pelaksanaan tes sebelum memulai pengukuran. Petunjuk pelaksanaan harus mengikuti apa yang disarankan di dalam Manual Metode Tes keluaran/terbitan The Laboratory Standards Assistance Sheme of The National Sport Research Centre Australian Commission (Draper, Minikin & Telford;1991).

Share this:

5 komentar :

 
Copyright © 2014 Pendidika Jasmani, Olahraga, Rekreasi. Designed by OddThemes