BREAKING NEWS

Contoh bahwa penjas adalah adalah bagian intergral

a.       Contoh bahwa penjas adalah adalah bagian intergral dari pendidikan di Indonesia
Pelajaran penjas selalu ada dalam setiap tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Yang pelajarannya berkesinambungan dan runtun serta mencapai beberapa tujuan dari isi pelajaran penjas tersebut. Pembelajran penjas yang dilaksanakan d Indonesia jika melalui dan dilaksanakan sesuai kurikulum yang baik maka hasil yang diperoleh juga akan maksimal.
Didalam pelajaran penjas yang kita katakan integral secara keseluruhan nampak bahwa penjas telah mampu membuat siswa berpotensi dapat berprestasi. Melalui kejuaraan – kejuaran dan perlombaan. Penjas disini tidak hanya menggunakan jasmani dan unsur organ tubuh, penjas yang diharapkan juga dapat berbentuk Pengembangan individu yaitu membentu kepribadian individu.
Contoh yang lain ialah penjas di Indonesia menanamkan dan mengajarkan cara beretika dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari baik didalam lingkunan dirumah, ekolah atau yang lainya. Kita telah menyadari bahwa pendidikan jasmani dan olahraga adalah laboratorium bagi pengalaman manusia, oleh sebab itu guru pendidikan jasmani harus mencoba mengajarkan etika dan nilai dalam proses belajar mengajar, yang mengarah pada kesempatan untuk membentuk karakter anak.
Adapun cara agar penjas Indonesia berlansung secara integral, antara lain adalah sebagai berikut :
1.    Tindakan nyata dan penghayatan hidup dari para pendidik atau sikap keteladanan mereka dalam menghayati nilai-nilai yang mereka ajarkan akan dapat secara instingtif mengimbas dan efektif berpengaruh pada peserta didik. Sebagai contoh, kalau guru sendiri memberi kesaksikan hidup sebagai pribadi yang selalu berdisiplin, maka kalau ia mengajarkan sikap dan nilai disiplin pada peserta didiknya, ia akan lebih disegani.
2.    Semua pendidik di sekolah, terutama para guru pendidikan jasmani perlu jeli melihat peluang-peluang yang ada, baik secara kurikuler maupun non/ekstra kurikuler, untuk menyadarkan pentingnya sikap dan perilaku positif dalam hidup bersama dengan orang lain, baik dalam keluarga, sekolah, maupun dalam masyarakat. Misalnya sebelum pelajaran dimulai, guru menegaskan bila anak tidak mengikuti pelajaran karena membolos, maka nilai pelajaran akan dikurangi.
3.      Secara kurikuler pendidikan nilai yang membentuk sikap dan perilaku positif juga bisa diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri, misalnya dengan pendidikan budi pekerti. Akan tetapi penulis tidak menyarankan untuk di lakukan.
4.      Melalui pembinaan rohani siswa, melalui kegiatan pramuka, olahraga, organisasi, pelayanan sosial, karya wisata, lomba, kelompok studi, teater, dll. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut para pembina melihat peluang dan kemampuannya menjalin komunikasi antar pribadi yang cukup mendalam dengan peserta didik. 

Share this:

1 komentar :

 
Copyright © 2014 Pendidika Jasmani, Olahraga, Rekreasi. Designed by OddThemes